JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat laba bersih konsolidasi (audited) yang berakhir 31 Desember 2013 sebesar Rp4,28 triliun. Perolehan tersebut naik 1 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp4,23 triliun.
Laba tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar yang naik 4 persen yoy menjadi Rp10,12 triliun, dan pertumbuhan pendapatan non-bunga sebesar 8 persen yoy. Earning per share (EPS) meningkat menjadi Rp170,40, dibandingkan periode yang sama di 2012, sebesar Rp168,44.
Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid mengungkapkan, kinerja CIMB Niaga di 2013 cenderung datar, sebagai akibat tekanan net interest margin/NIM yang berkelanjutan, sejalan dengan penerapan strategi pertumbuhan kredit yang mengedepankan prinsip kehati-hatian sejak 2013.
"Dalam kondisi ini, kami akan meneruskan investasi dalam pengembangan infrastruktur dan meningkatkan sistem perbankan kami untuk mendukung tahap pertumbuhan kami selanjutnya,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2/2014).
Dengan total aset mencapai Rp218,87 triliun per 31 Desember 2013 naik 11 persen. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah kredit yang disalurkan sebesar 8 persen yoy menjadi Rp156,98 triliun di akhir tahun.
Dana pihak ketiga (DPK) per 31 Desember 2013 tercatat sebesar Rp163,74 triliun atau tumbuh 8 persen yoy. Current Account Savings Account meningkat 10 persen yoy menjadi Rp72,03 triliun, dengan Current Account (Giro) dan Savings Account (tabungan) masing-masing memberikan kontribusi sebesar Rp36,80 triliun atau tumbuh 13 persen yoy, dan Rp35,23 triliun atau tumbuh 7 persen yoy.
Hasil ini berdampak positif terhadap rasio CASA CIMB Niaga yang meningkat 52 basis poin menjadi 43,99 persen. (wdi)
Sumber: okezone.com