6
Jumat, 21 Februari 2014
@18.40
Kredit BNI Tumbuh 24,9%
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 24,9 persen menjadi Rp250,64 triliun pada tahun 2013 dibandingkan periode tahun sebelumnya. Sebagian besar alokasi kredit tersebut ada di sektor kredit korporasi sebesar Rp112,23 triliun atau tumbuh 55,4 persen dibandingkan tahun 2012.
Kredit korporasi tersebut juga termasuk 116 debitur kredit medium BNI yang naik kelas ke kredit korporasi dengan nilai total mencapai Rp10,3 triliun akibat peningkatan usaha bisnisnya.
"Kredit BNI terus tumbuh pada dua bidang utama. Untuk sektor Business Banking, kredit tumbuh 26,5 persen, dan untuk sektor Consumer & Retail Banking yang tumbuh 15,5 persen," ungkap Direktur Utama BNI, Gatot M.Suwondo, di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (19/2/2014).
Pertumbuhan kredit BNI tersebut, lanjut Gatot, membuat Loan to Deposit Ratio (LDR) meningkat dari 77,5 persen pada tahun 2012 menjadi 85,3 persen pada 2013. Peningkatan kredit ini menunjukkan fungsi BNI sebagai lembaga intermediary yang semakin baik.
Sementara itu, kualitas kredit terus membaik ditandai dengan menurunnyaNon Performing Loan (NPL). Net NPL BNI (yoy) 2,17 persen pada 2013. Sedangkan Gross NPL turun dari 2,8 persen tahun 2013.
Sesuai prinsip kehati-hatian, BNI juga meningkatkan rasio pencadangan (coverage ratio) dari 123 persen pada tahun 2012 menjadi 128,5 persen pada tahun 2013.
Pertumbuhan kredit BNI tetap didominasi oleh kredit dalam mata uang rupiah, yaitu sekitar 84 persen dari total portofolio kredit, karena BNI tetap ingin mendukung pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
"Pertumbuhan pendapatan operasional merupakan hasil dari upaya BNI dalam meningkatkan ekspansi kredit dengan fokus pada 8 sektor unggulan yang saat ini mencakup lebih dari 66 persen dari total portofolioBusiness Banking BNI," pungkas Gatot. (rzk)
Sumber: okezone.com
Label: Economy